Kajian Umum Subang Bersama Al Ustadz Zainal Abidin Lc Hafidzahulloh

Bertempat Masjid AGUNG Al Mushabaqoh Subang, Wangsa Ghoparana (depan gedung PEMDA SUBANG)

Tema : ” KEAJAIBAN DAN MUKZIJAT AL QUR’AN ”

Pemateri : Ustdz. Zaenal Abidin Syamsyudin LC.
(Direktur Islamic Center IBNU HAJAR Cipayung-Jakarta Timur)

TERBUKA UNTUK UMUM IKWAN DAN AKHWAT, pria /wanita,karyawan, buruh, dokter, perawat, pelajar , Mahasiswa, dan semuanya..

G R A T I S.

Info:
0838 1645 8941 / 0853 1549 2407 / 088 1190 6000

Keutamaan Puasa di Bulan Muharram

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ

“Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah (puasa) di bulan Allah (bulan) Muharram, dan shalat yang paling utama setelah shalat wajib (lima waktu) adalah shalat malam.“[1].

Hadits yang mulia ini menunjukkan dianjurkannya berpuasa pada bulan Muharram, bahkan puasa di bulan ini lebih utama dibandingkan bulan-bulan lainnya, setelah bulan Ramadhan[2].
Baca lebih lanjut…

RAMADHAN Peringatan Bagi Persatuan Ummat

Oleh: Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani Rahimahulloh

"Puasa adalah hari dimana kalian berpuasa, Al-Fithr adalah hari dimana kalian berbuka, sedang
Al-Adha adalah hari dimana kalian menyembelih kurban." At-Tirmidzi menilai "Hadits ini gharib hasan."

Al-Hafizh juga pernah meriwayatkan hadits Aisyah secara mauquf. Hadits itu ditakhrij oleh Al
-Baihaqi melalui jalur Abu Hanifah yang memberitakan:
"Telah meriwayatkan kepadaku Ali bin Al-Aqmar dari Masruq yang menceritakan:
"Saya hadir di hadapan Aisyah x pada hari Arafah. la berkata: "Berilah minum sawiq (sejenis minuman sari buah) kepada Masruq. Dan perbanyaklah manisannya." Masruq melanjutkan: "Saya lalu berkata: Sesungguhnya tidak ada yang menghalangi berpuasa. kecuali kekhawatiranku bahwa hari ini adalah hari Nahar, Aisyah menjawab: "Hari Nahar adalah hari dimana manusia menyembelih hewan kurban. Sedang Al-Fithr adalah hari dimana mereka berbuka."
Saya berpendapat: Sanad ini jayyid (bagus) dengan dukungan sanad sebelumnya.

Kandungan Hukumnya.
Imam Tirmidzi mengomentari hadits tersebut: "Beberapa ulama menafsirkan hadits tersebut dengan menjelaskan: "Arti hadits itu adalah puasa dan berbuka (tidak puasa) bersama jamaah dan mayoritas manusia." Baca lebih lanjut…

Keutamaan Bulan Ramadhan

Oleh: Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimain

Imam Ahmad telah meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahuanhu bahwasanya Nabi shalallahu alihi wassalam bersabda:
“Ummatku telah diberi lima hal yang belum pernah diberikan kepada ummat-ummat sebelumnya ketika bulan Ramadhan: 1) Bau mulut orang yang berpuasa itu lebih harum daripada minyak kesturi di sisi Allah, 2) Para Malaikat beristighfar untuk mereka hingga berbuka, 3) Allah memperindah Surga-Nya
seiap hari, seraya berfirman kepadanya: “Hampir-hampir para hamba-Ku yang shalih akan mencapakkan berbagai kesukaran dan penderitaan lalu kembali kepadamu,” 4) Syaithan-syaithan durjana dibelenggu, tidak dibiarkan lepas ssepeerti pada bulan-bulan selain Ramadhan, 5) Mereka akan mendapat ampunan di akhir malam.” Ada yang bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah itu terjadi pada malam Lailautl Qadar?” Beliau menjawab, “Bukan, namun pelaku kebaikan akan disempurnakan
pahalanya seusai menyelesaikan amalanya.”1

Saudara-saudaraku, ini adalah lima perkara yang Allah persiapkan untuk kalian. Dengan lima perkara tersebut, kalian mendapat kekuhsusan dari Allah di atara ummat-ummat lainnya. Semua itu diberikan Allah untuk menyempurnakan berbagai nikmat-Nya kepada kalian. Sunnguh betapa banyak nikmat dan keutamaan yang telah Allah berikan kepada kalian, sebagaimana firman-Nya:

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah..” (QS Al-Imran [3] : 110)

Perkara Pertama
Bau mulut orang yang berpuasa itu lebih harum daripada harumnya minyak kesturi di sisi Allah.
2 Kata ( ), huruf kha’-nya dibaca dengan fathah atau dhammah, artinya adalah perubahan bau mulut ketika lambung kosong dari makanan. Bau ini dibenci manusia, namun lebih wangi daripada minyak kesturi di sisi Allah sebab ia terlahir dari ketaatan kepada-Nya. Apa saja yang timbul dari ibadah dan ketaatan kepada Allah tentu akan dicintai oleh-Nya, serta pelakukan akan diberikan
sesuatu yang lebih baik sebagai pengganti. Tidakkah engkau mengetahui bahwa orang yang mati
syahid di jalan Allah dalam rangka meninggikan kalimat-Nya itu akan datang pada hari Kiamat dengan
darah yang mengalir, warnanya merah darah, namun baunya wangi minyak kesturi? Baca lebih lanjut…

Beginilah seharusnya Seorang Muslim di Bulan Ramadhan

Kaum Muslimin yang berbahagia, tamu yang agung telah datang mengunjungi kita, dia datang hanya sekali dalam setahun, dia senantiasa ditunggu-tunggu oleh hamba-hamba-Nya yang mukmin, yang kedatangannya akan menenangkan jiwa-jiwa manusia, yang kedatangannya akan membawa berkah dari Rabb semesta alam, dan kedatangannya penuh dengan kemuliaan dan keutamaan. Anda semua telah mengenalnya wahai kaum muslimin yang berbahagia, dia tiada lain dan tiada bukan adalah bulan
Ramadhan.

Dialah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, bulan yang syaithan syaithan dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup dan pintu-pintu surga dibuka, serta dialah bulan yang di dalamnya terdapat Lailatul Qodar, yang apabila seorang hamba beribadah di malam itu lebih baik dari seribu bulan.

Segala puji bagi Alloh yang telah mengizinkan kita semua bersua dengan bulan ini.
Wahai kaum muslimin, marilah kita jadikan bulan ramadhan kita ini sebagai bulan terakhir kita, seakan-akan kita tidak akan menjumpainya lagi tahun depan. Marilah kita isi bulan ini dengan amalan-amalan yang berguna, karena Nabi yang mulia ‘alaihi Sholatu wa Salam telah bersabda :
“Berapa banyak orang yang berpuasa namun hanya mendapatkan rasa haus dan lapar belaka.” (Shohih, diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Ibnu Majah,Ad-Darimi dan Al-Baihaqi dari Abu Sa’id Al-Maqburi dari Abu Hurairoh).

Sungguh benar sabda nabi di atas karena beginilah mayoritas kaum muslimin saat ini, yang perutnya berpuasa dari makan dan minum, namun matanya, telinganya, lisannya dan hatinya tidak turut berpuasa. Mereka masih gemar berkata kotor, berdusta, mencaci maki, memandang yang haram, mendengarkan yang haram dan perbuatan-perbuatan maksiat lainnya.

Wahai kaum muslimin yang berbahagia, sungguh indah ucapan Al-Hafidh Ibnu Hajar al-Asqolani rahimahullahu yang berkata di dalam Fathul Bari (I/31) :
“Bulan ramadhan adalah musim kebajikan, dikarenakan nikmat Alloh atas hamba-hambanya di bulan ini berlipat ganda dibanding bulan bulan lainnya.” Baca lebih lanjut…

Hikmah Puasa dan Faidah-Faidahnya

Oleh karena maksud dari puasa adalah menahan jiwa dan syahwat, memisahkannya dari hal-hal yang telah menjadi kebiasan jiwa, dan mengimbangi kekuatan syahwatnya,untuk bersiap menyambut apa-apa yang terdapat padanya puncak kebahagiaan dan kenikmatannya, menerima hal-hal yang mensucikannya berupa perkara yang terdapat petunjuk kehidupan abadi baginya, mengalahkan rasa lapar dan haus
dari tuntutannya, mengingatan akan keadaan fisik-fisik yang kelaparan dari orang-orang miskin, menyempitkan jalur lintas syetan pada hamba dengan menyempitkan jalur makanan dan minuman, mengekang kekuatan angota badan dari kebiasannya menanbah hal-hal yang membahayakan dunia
akhirnya, menenangkan setiap anggota badan dan setiap kekuatan yang liar, dan mengekang dengan kekangannya.

Maka dia adalah pengekang bagi kaum muttaqin, perisai bagi yang berperang, teman orang-orang baik dan didekatkan,dan ia khusus untuk Rabb semesta alam di antara amal-amal lainnya.

Sesungguhnya orang berpuasa tidak melakukan apa-apa. Hanya saja ia meninggalkan syahwat makan dan minumnya karena sembahannya. Maka, puasa adalah meninggalkan kecintaan jiwa dan kelezatannya demi mengedepankan kecintaan Allah dan keridhaan-Nya. Ia adalah amal rahasia Petunjuk Nabi shalallahu alihi wassalam Tentang Puasa antara hamba dan Rabbnya. Tak ada seorang pun yang mengetahuinya selain Dia. Baca lebih lanjut…

Menyebarkan Kabar Gembira akan datangnya Bulan Ramadhan

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orangorang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)

Sesungguhnya segala puji bagi Allah, semoga shalawat dan salam tercurah kepada Nabi kita Muhammad shalallhu alaihi wassalam, keluarganya, para sahabatnya dan orang-orang yang mengikuti mereka
dalam kebaikan hingga hari kiamat. Amma ba’du.

Sebuah nikmat yang tidak berbilang dan wajib disyukuri,ketika seorang Muslim masih diberi kesempatan untuk menikmati masa-masa ibadah di hari-hari berbilang di bulan yang Allah muliakan, dengan keutamaan yang lebih baik dari seribu bulan.

Sebagai wujud rasa syukur adalah berusaha menunaikan hak-hak bulan Ramadhan, mengisinya dengan amal ibadah dan ketaatan, mendulang faidah, nikmat dan pahala yang terkandung di dalamnya, dengan meneladani sunnahsunnah Rasulullah s, melalui nasihat-nasihat dan hikmah yang disampaikan oleh para pewaris beliau, para ulama yang teguh di atas sunnah.

oleh Syaikh Abdullah Al Fauzan hafidzahulloh

Abu Hurairah radhiallahuanhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wassalam berkata:
“Ramadhan telah datang kepadamu – bulan yang diberkahi. Allah telah mewajibkan atas kalian berpuasa. Padanya dibuka pintu-pintu surge dan ditutup pintu-pintu neraka dan syaithan-syaithan
dibelenggu. Milik Allah lah satu malam di dalamnya yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa yang dihalangi dari kebaikan, maka dia telah ditinggalkan.” (HR Ahmad dan An-Nasa’i).

Hadits tersebut adalah kabar gembira bagi hamba hamba Allah yang shalih, akan datangnya bulan
Ramadhan yang diberkahi. Nabi shalallahu alaihi wassalam mengabarkan kepada para sahabatnya akan kedatang bulan Ramadhan dan hal itu bukanlah sekedar pengabaranyang sederhana. Bahkan, beliau hendak memberikan mereka kabar gembira akan sebuah waktu yang diagungkan dalam setahun, sehingga
orang-orang shalih yang bersegera mengerjakan amal kebajikan dapat memberikan haknya. Hal ini
karena Nabi shalallahu alaihi wassalam menjelaskan di dalam hadits tersebut bahwa Allah telah mempersiapkan bagi hambahamba-Nya jalan menuju ampunan dan keridhaan-Nya – dan untuk itu terdapat banyak cara. Maka barangsiapa yang melewatkan pengampunan tersebut selama bulan Ramadhan, maka dia telah tertinggal dengan ketertinggalan yang sangat. Baca lebih lanjut…

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.