Archive for Maret, 2010

Kepada Saudariku, Para Muslimah: Kami Iri Pada Kalian

(Diambil dari catatan ikhwan fillah -Ibnu Mu'min Al-Barantiy)

Joana Francis adalah seorang penulis dan wartawan asal AS. Dalam situs Crescent and the Cross, perempuan yang menganut agama Kristen itu menuliskan ungkapan hatinya tentang kekagumannya pada perempuan-perempuan Muslim di Libanon saat negara itu diserang oleh Israel dalam perang tahun 2006 lalu.

Apa yang ditulis Francis, meski ditujukan pada para Muslimah di Libanon, bisa menjadi cermin dan semangat bagi para Muslimah dimanapun untuk bangga akan identitasnya menjadi seorang perempuan Muslim, apalagi di tengah kehidupan modern dan derasnya pengaruh budaya Barat yang bisa melemahkan keyakinan dan keteguhan seorang Muslimah untuk tetap mengikuti cara-cara hidup yang diajarkan Islam. Baca lebih lanjut…

Iklan

SEORANG AYAH BERTAUBAT DENGAN SEBAB ANAKNYA YANG MASIH BERUSIA 7 TAHUN

" WAHAI SAUDARAKU SESAMA MUSLIM AMBILLAH PELAJARAN DARI KISAH INI,..SEMOGA ALLOH MENJADIKAN KITA TERMASUK ORANG-ORANG YANG BERUNTUNG MENDAPATKAN HIDAYAH-NYA "

Satu lagi, kisah nyata di zaman ini. Seorang penduduk Madinah berusia 37 tahun, telah menikah, dan mempunyai beberapa orang anak. Ia termasuk orang yang suka lalai, dan sering berbuat dosa besar, jarang menjalankan shalat, kecuali sewaktu-waktu saja, atau karena tidak enak dilihat orang lain.

Penyebabnya, tidak lain karena ia bergaul akrab dengan orang-orang jahat dan para dukun. Tanpa ia sadari, syetan setia menemaninya dalam banyak kesempatan.

Ia bercerita mengisahkan tentang riwayat hidupnya:

“Saya memiliki anak laki-laki berusia 7 tahun, bernama Marwan. Ia bisu dan tuli. Ia dididik ibunya, perempuan shalihah dan kuat imannya. Baca lebih lanjut…

Cinta sejati dalam Islam

Di Tulis oleh Al Ustadz Muhammad Arifin Badri, M.A.

Makna ‘Cinta Sejati’ terus dicari dan digali. Manusia dari zaman ke zaman seakan tidak pernah bosan membicarakannya. Sebenarnya? apa itu ‘Cinta Sejati’ dan bagaimana pandangan Islam terhadapnya?

Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga terlimpahkan kepada nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Masyarakat di belahan bumi manapun saat ini sedang diusik oleh mitos ‘Cinta Sejati‘, dan dibuai oleh impian ‘Cinta Suci’. Karenanya, rame-rame, mereka mempersiapkan diri untuk merayakan hari cinta “Valentine’s Day”.

Pada kesempatan ini, saya tidak ingin mengajak saudara menelusuri sejarah dan kronologi adanya peringatan ini. Dan tidak juga ingin membicarakan hukum mengikuti perayaan hari ini. Karena saya yakin, anda telah banyak mendengar dan membaca tentang itu semua. Hanya saja, saya ingin mengajak saudara untuk sedikit menyelami: apa itu cinta? Adakah cinta sejati dan cinta suci? Dan cinta model apa yang selama ini menghiasi hati anda?

Seorang peneliti dari Researchers at National Autonomous University of Mexico mengungkapkan hasil risetnya yang begitu mengejutkan. Menurutnya: Sebuah hubungan cinta pasti akan menemui titik jenuh, bukan hanya karena faktor bosan semata, tapi karena kandungan zat kimia di otak yang mengaktifkan rasa cinta itu telah habis. Baca lebih lanjut…

Hakikat dan Keutamaan Tauhid

Hakikat dan kedudukan Tauhid
Rujukan : Minhaj al-Firqah an-Najiyah hal. 31

Tauhid adalah tujuan diciptakannya alam semesta. Para rasul diutus untuk mendakwahkannya. Demikian pula al-Qur’an memberikan perhatian yang sangat besar dalam masalah tauhid di sebagian besar surat-surat yang terdapat di dalamnya. Allah telah menerangkan bahaya lawannya yaitu syirik bagi pribadi dan masyarakat. Karena syirik merupakan sebab kehancuran di dunia dan kekal di dalam neraka.

Sesungguhnya seluruh rasul memulai dakwah mereka dengan tauhid. Allah berfirman (yang artinya), “Dan tidaklah Kami mengutus seorang rasul sebelum dirimu kecuali Kami wahyukan kepadanya; tidak ada sesembahan yang benar kecuali Aku, maka sembahlah Aku saja.” (QS. al-Anbiya’ : 25). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tinggal di Mekah selama 13 tahun dan mendakwahi kaumnya supaya bertauhid. Beliau pun mendidik para pengikutnya -meskipun yang masih belia- untuk mentauhidkan-Nya. Baca lebih lanjut…

KAJIAN / PENGAJIAN UMUM AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH SUBANG


UST ABU HAIDAR AS SUNDAWY

” Kiat-kiat Menggapai Hidayah dan Kebahagian Dunia Akhirat ”

Setiap Ahad ke II tiap bulannya
Pukul 09.00 s/d Dhuhur
Bertempat Di Masjid Agung Subang
Depan Kantor Bupati Subang

Terbuka untuk Umum Pria/Wanita, Remaja/Orangtua, Pelajar/Mahasiswa/karyawan/dokter/perawat/Ibu Rumah Tangga dll

Info Hub :
Ust Acu Cudiwa (0260) 423024 Hp 08156111150
Anton yun 088218176713
DKM Masjid agung Subang

Kajian ini Terselenggara atas kerjasama DKM Majid Abu Bakar Shidq Perumahan RSS Sidodadi Subang Dan DKM Masjid Agung Subang

Apabila ‘Ied Bertepatan Dengan Hari Jum’at ?

Oleh: Al-lajnah Ad-Daaimah lilbuhuts wal Ifta’

Soal: Dua hari raya berkumpul tahun ini yaitu Hari Jum’at dan Iedul Adha, maka mana yang benar, apakah kami shalat dhuhur apabila kami tidak shalat Jum’at, atau bahwa shalat dhuhur itu gugur bila kami tidak shalat Jum’at?

Jawab: Siapa yang shalat Ied di hari Jum’at maka ada rukhshoh (keringanan) baginya dalam meninggalkan hadir untuk shalat Jum’at pada hari itu kecuali Imam. Maka wajib atas Imam mendirikan shalat Jum’at dengan orang yang hadir untuk shalat Jum’at dari orang yang telah shalat Ied dan dengan orang yang tidak shalat Ied. Maka apabila tidak ada yang hadir seorang pun kepada Imam itu maka gugurlah kewajiban Jum’atnya dari sang Imam itu dan ia shalat dhuhur. Baca lebih lanjut…

MENSYUKURI NIKMAT ISLAM YANG ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA KARUNIAKAN KEPADA KITA

Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Allah Azza wa Jalla berfirman.
“Barangsiapa dikehendaki Allah akan mendapat hidayah (petunjuk), Dia akan membukakan dadanya untuk (menerima) Islam. Dan barangsiapa dikehendaki-Nya menjadi sesat, Dia jadikan dadanya sempit dan sesak, seakan-akan dia (sedang) mendaki ke langit. Demikianlah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.” [Al-An’aam: 125]

Allah Azza wa Jalla juga berfirman.
“Maka apakah orang-orang yang dibukakan hatinya oleh Allah untuk (menerima) agama Islam lalu dia mendapat cahaya dari Rabb-nya (sama dengan orang yang hatinya membatu)? Maka celakalah mereka yang hatinya telah membatu untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.” [Az-Zumar: 22]

Orang yang tidak mendapat hidayah akan senantiasa berada dalam kegelapan dan kerugian. Bagaimana jika seandainya seseorang tidak diberi hidayah oleh Allah Azza wa Jalla? Maka pasti ia menderita dalam kekafirannya, hidupnya sengsara dan tidak tenteram, serta di akhirat akan disiksa dengan siksaan yang abadi. Baca lebih lanjut…