KE ENAM: BAHAYA RIBA

Di antara bahaya riba adalah pelakunya diperangi oleh Allah dan RasulNya, dihapuskannya barakah dalam harta, jiwa, istri, dan anak-anak.
Menyebabkan tenggelam dalam hutang, terhalang dari ketenangan jiwa, menyebabkan tertimpa berbagai penyakit jiwa sebagai akibat dari kegelisahan, kesedihan dan memakan harta dengan cara yang batil, juga berarti menawarkan diri untuk mendapatkan murka Allah dan siksaNya, menyebabkan terjangkit penyakit hati menurut keterangan para dokter. Di antara bahaya riba juga adalah bahwa pelakunya biasa dikenal dengan sifat dusta, bersiasat, bakhil, menipu dan akan mendatangkan kefakiran dengan segera.

KE TUJUH: BEBERAPA BENTUK RIBA DAN ANDIL DI DALAMNYA

Di antaranya adalah: Pinjaman bank dengan bunga (riba) seperti untuk keperluan pernikahan, pembelian mobil, perdagangan, travelling, membangun dan lain-lain. Rekening Giro; Angsuran Cepat Dengan Bonus; Deposito Berbunga; Deposito Tanpa Bunga (di bank yang memberlakukan sistim riba, karena membantu keharaman); Jaminan Bagi Peminat Kredit; Penulisan; Persaksian; Pembayaran Dalam Masalah Bunga; Fasilitas-Fasilitas Kemudahan; Penyebaran Pengumuman; Pelaksanaan; Pengambilalihan: Semua ini dan juga selainnya yang masih banyak adalah merupakan sesuatu yang haram, dan para pelakunya berada di atas bahaya yang besar.

Catatan: Apa yang disebutkan di atas adalah contoh yang ada di negara penulis (Uni Emirat) atau sekitarnya, sedangkan di negara kita produk jasa yang ditawarkan oleh bank mungkin saja menggunakan nama-nama yang lainnya. Intinya adalah apa pun namanya kalau produk jasa yang ditawarkan adalah menggunakan sistim ribawi maka hukumnya adalah haram (pen).

KE DELAPAN:
TIPUAN SYETAN UNTUK MENJERUMUSKAN DALAM BELITAN RIBA

Pinjaman yang sangat mudah - Tanpa membayar cicilan pertama - Pinjaman Pribadi - Pinjaman Perdagangan - Pinjaman untuk Pembangunan - Pinjaman Dengan Spesifikasi Yang Tak Tertandingi - Tunggu Apa Lagi, Kami segera Berikan Jalan Keluar - Apakah Anda Memimpikan sesuatu... Kalau Begitu Kunjungi¬lah Kami Segera - Keuntungan Kami Telah Mencapai Sekian dan Sekian - Pinjaman Travelling - Pinjaman Pernikahan - Cicilan Yang Begitu Mudah -Berbahagia Bersama Kami dengan Penuh Kegembiraan - Pinjaman Keluarga.

Aku katakan kepadarnu wahai saudaraku, "Waspadalah dari tipu daya, makar, kejahatan dan siasat mereka. Jagalah agama kalian semua dan juga harta kalian, jangan sekali-kali propaganda seperti di atas menipu anda semuanya.

KE SEMBILAN: PERTANYAAN DAN JAWABAN SEPUTAR RIBA

Telah disampaikan kepada al-Lajnah ad-Daaimah lil Iftaa' (Komisi Tetap Urusan Fatwa) di Saudi Arabia sejumlah pertanyaan, dan telahd dikeluarkan jawaban dari lembaga tersebut. Adapun yang menjadi ketua pada saat itu adalah yang mulia Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah, semoga Allah melimpahkan kepada beliau rahmat-Nya yang luas.

Pertanyaan Pertama:
Apakah riba itu diharamkan bagi kedua belah pihak, yang meminjamkan uang dengan riba (kreditur) dan juga peminjamnya (debitur/nasabah). Ataukah hanya haram bagai orang yang menghutangi saja sedangkan yang berhutang tidak (yakni pihak debitur). Dan apakah boleh
berhutang dengan riba karena suatu kebutuhan atau karena alasan fakir?
Jawab:
Riba itu haram kapan saja ada dan dengan bentuk apa saja, haram atas pemilik modal dan atas orang yang berhutang dengan bunga, baik yang berhutang itu orang fakir ataupun orang kaya.
Masing-masing keduanya mendapatkan dosa dan mendapatkan laknat, masuk juga orang yang membantu keduanya baik penulis ataupun saksi.

Pertanyaan Ke Dua:
Ada sebagian orang yang bermuamalah dengan riba dan memasukkan riba ke dalam kaidah "Adh-dharuratu tubiihul mahdzurat" (Kondisi darurat menjadikan boleh perkara yang dilarang).
Kemudian apa sikap seseorang yang mempunyai hutang, dan dihadapkan dua pilihan apakah membayarnya atau¬kah diajukan ke mahkamah agar dapat mengambil bunga?
Jawab:
Tidak boleh bermuamalah dengan riba secara mutlak. (Semua yang tersebut dalam pertanyaan tidak dibolehkan, pen)

Pertanyaan Ke Tiga:
Saya tahu bahwa mengambil pinjaman dari bank adalah haram, yang menjadi pertanyaan adalah apakah seseorang yang menjamin orang yang akan meminjam di bank juga termasuk kategori yang haram? (Yakni penjamin atau penanggungnya).
Jawaban:
Mengambil hutang dari bank dengan sistim bunga adalah haram, karena merupakan riba, dan menjadi penjamin bagi pelaku riba adalah tidak dibolehkan karena termasuk membantu dalam perbuatan dosa. Padahal Allah telah melarang dari tolong menolong dalam perbuatan dosa
sebagaimana firman-Nya, "Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan jangan tolongmenolong
dalam berbuat dosa dan pelanggaran." (QS. Al-Maidah: 2)

Pertanyaan Ke Empat:
Apakah bekerja di bank-bank itu hukumnya haram, dan segala permasalahan terkait dengan karyawan juga haram?
Jawab:
Sesungguhnya bekerja di bank yang memberlakukan sistim riba adalah haram, sebab pegawai yang bekerja di sana baik itu penulis rekening ribawi, ataupun yang menyerahkan uang di tempat yang menjalankan riba, atau orang yang menerimanya, pembawanya, yang mengantarkan berkas-berkasnya dari kantor ke tempat lain atau dari satu tempat ke tempat lainnya, ataupun pembantu urusan pekerjaan mereka yang mendukung kelancaran pekerjaan di bank dan semisal itu maka mereka semua dalam pekerjaan yang haram, baik terlibat langsung maupun tidak langsung. Dan apa yang yang didapat oleh para pekerja dengan usaha itu dan dengan malaksanakan pekerjaan tersebut adalah haram termasuk upah atau penghasilan yang haram.

Pertanyaan Ke Lima:
Apakah mendepositokan uang di bank dengan mengambil bunga atau tidak adalah haram?
Apakah mengambil hutang di bank dengan sistim bunga untuk keperluan konsumtif ataupun perdagangan juga haram?
Jawab:
Mendepositokan uang di bank dan semisalnya dengan adanya tuntutan (klaim) atau dengan tujuan mengambil bunga sebagai imbalan atas uang yang didepositokan adalah haram.
Sedangkan mendepositokan uang di bank yang mempraktekkan riba dengan tanpa mengambil bunganya adalah juga haram, karena termasuk membantu mereka dalam melaksanakan sistim ribawi, dan memungkinkan mereka untuk memperluas kegiatan. Kecuali jika sangat terpaksa menyimpannya karena khawatir hilang, dicuri atau dirampok dan ia tidak punya cara untuk menyimpannya kecuali dengan menyimpan di bank ribawi.

Komentar saya (penulis), "Pada saat ini alhamdulillah sudah banyak dijumpai bank-bank Islami, maka tidak ada lagi alasan bagi orang-orang untuk menyimpan harta mereka di bank-bank ribawi (kon¬vensional) dengan alasan takut kecurian. Karena merupakan kewajiban syar'i untuk
meninggalkannya dan beralih ke bank-bank Islami, dan menutup rekening-rekening mereka di bank ribawi.

Pertanyaan Ke Enam:

Apa hukum bunga yang diambil oleh bank?
Jawab:
Bunga yang diambil oleh bank dari para debitur atau peminjam uang dan juga bunga yang dibayarkan oleh bank kepada para kreditur (deposan) ini semua adalah bunga, termasuk riba yang jelas sekali keharamannya dalam al-Qur'an, as-Sunnah dan menurut ijma'.

Pertanyaan Ke Tujuh:
Apa hukum dalam Islam tentang mengambil hutang dari bank dengan sistim riba untuk membangun rumah sederhana?
Jawab:
Haram hukumnya mengambil hutang di bank dan selainnya dengan riba baik hutang itu untuk keperluan membangun rumah atau untuk kebutuhan konsumtif seperti untuk makan dan pembelian pakaian atau untuk biaya pengobatan. Demikian juga jika hutang tersebut digunakan
untuk perdagangan, pengembangan dan selain itu, berdasarkan keumuman ayat-ayat yang melarang dari riba dan keumuman hadits-hadits yang menunjukkan haramnya riba.

Pertanyaan ke Delapan:
Saya telah menikah dan telah melangsungkan akad nikah tersebut, dan saya mengajukan kepada salah satu bank agar memberikan pinjaman (untuk pernikahan itu, pen), saya benarbenar sangat membutuhkan dana tersebut!
Jawab:
Tidak boleh bagi anda untuk mengambil pinjaman tersebut, dan apa yang anda sebutkan berupa keperluan mendesak untuk membayar mahar yang layak bukan merupakan alasan yang membolehkan anda mengambil hutang ribawi dari bank tersebut atau dari selainnya.
Hendaknya anda bertakwa kepada Allah karena orang yang bertakwa maka akan diberikan jalan keluar oleh Allah.

Pertanyaan ke Sembilan:
Apabila seseorang telah berkecimpung dengan riba, lalu dia ingin bertaubat maka bagaimanakah Cara membersihkan uang yang dia dapat dari riba tersebut, apakah bisa disedekahkan?
Jawab:
Hendaknya dia bertaubat kepada Allah, memohon ampunan, menyesali perbuatannya yang telah lalu dan berhenti dari bunga atau riba, dengan cara meginfakkannya kepada para fakir miskin. Namun ini bukan termasuk kategori sedekah yang disunnahkan, tetapi merupakan
bentuk untuk berlepas diri (berhenti) dari apa yang diharamkan Allah, untuk membersihkan dirinya dari apa yang telah dia lakukan berupa sesuatu yang tidak disyariatkan oleh Allah Subhanahu wata'ala. (Silakan dirujuk pertanyaan pertanyaan dan jawaban di atas, dan juga
selainnya yang cukup banyak di dalam kitab Fatwa al-Lajnah al-Daimah jilid 13 bab Riba)


KE SEPULUH: BERTAUBAT DARI RIBA

Saudara dan saudariku di jalan Allah, apakah komentar anda setelah semua setelah membaca ayat-ayat Allah Ta'ala dan hadits-hadits dari Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam-. Apa yang anda katakan wahai orang yang terjerumus di dalam dosa besar ini, sungguh aku mengajak
anda semua untuk bertaubat, marilah segera dan bersegera, raihlah keselamatan dan kesuksesan sebelum segalanya hilang, sedangkan kematian itu lebih cepat daripada apa yang kita bayangkan. Bagaimanakah anda semua merasa senang untuk bertemu dengan Rabb kelak sedangkan anda semua dalam keadaan melakukan dosa besar ini, ketahuilah bahwa pintu taubat senantiasa terbuka janganlah anda terlambat memasukinya.

Dan berikut beberapa poin penting untuk menuju taubat:
1. Mengakui sepenuhnya bahwasanya anda berada di atas dosa yang besar dan tidak ada jalan untuk terlepas darinya selain dengan taubat.
2. Percaya dengan seutuhnya kepada AIlah Ta'ala bahwasanya Dialah Yang Memberikan rizki, Pemilik kekuatan Yang sangat kokoh.
3. Wajib atas anda untuk bersikap qana'ah dan ridha dengan perolehan yang sedikit namun halal, dan demi Allah lebih baik daripada banyak tetapi haram.
4. Bertekadlah dengan tekad yang bulat dan benar, bahwa engkau tidak mau lagi mengambil kredit bank, atau berhutang lagi, mengambil mobil lagi dengan sistim bunga bank, juga
tidak lagi membuka giro walau bagaimana pun keadaan keuangan anda. Tetapkan dirimu dan bersabarlah atas hal tersebut, dan janganlah goncang dalam tahap ujian pertama ini.
5. Bersegeralah untuk melunasi hutang anda jangan menunda-nunda lagi atau mengakhirkannya, karena haI itu akan melipatgandakan hutang anda. Jika anda mempunyai rumah, atau tempat usaha, atau tanah yang dapat anda jual salah satunya, atau anda bisa meminjam uang kepada teman anda dengan tanpa bunga lalu anda gunakan untuk
membayar hutang anda tersebut maka itu sungguh adalah langkah yang tepat, dan merupakan perdagangan yang menguntungkan dengan izin Allah.
6. Anda harus senantiasa mengecek di bank secara rutin untuk memastikan pembayaran yang anda lakukan, dan untuk memastikan bahwa hutang anda telah berkurang, dan tidak ada penambahan lagi. Sebab sebagian bank memang tidak punya rasa takut kepada Allah. Ada
seseorang yang bekerja di mahkamah memberitahukan kepadaku bahwa salah satu bank pernah mengajukan tuntutan gugatan yang ditujukan kepada seseorang, karena ia telah berhutang dan belum membayarnya. Dan ternyata besarnya pinjaman tersebut adalah senilai kurang lebih enam puluh ribu dirham. Sementara itu orang yang dituduh berhutang
telah membayar sebanyak 120 ribu dirham kepada bank. Kami sangat kaget karena bank tersebut menuntut lagi sebesar 120 ribu dirham (selain yang sudah dibayar), dengan alasan ada keterlambatan dalam pembayaran hutang dan telat membayar cicilan.
7. Jadikanlah taubatmu itu semata-mata murni karena mencari ridha Allah saja.
8. Berdo'a, karena ini merupakan sesuatu yang sangat renting. Kami juga berpesan agar anda bertadharu' kepada Allah siang dan malam, dan juga dalam sujud shalat sunat agar Dia memberikan taufik untuk bertaubat, agar menolong anda dalam masalah memberikan jalan
keluar terbaik dan segera melunaskan hutang anda. Dan jangan lupa minta doa dari saudara-saudara anda.
9. Anda harus pandai-pandai memenej pembelanjaan harta anda yang halal, janganlah digunakan untuk kebutuhan mewah (sekunder), dan jauhi¬ah kebutuhan-kebutuhan yang tidak seberapa perlu. Juga jadikan istri dan anak-anak anda bersifat qana'ah dengan hal itu hingga anda selesai dari mencicil hutang anda tersebut.
10. Ingatlah bahwa siapa saja yang meninggalkan sesuatu karena Allah maka Allah akan menggantikan baginya dengan sesuatu yang lebih baik. Ucapan ini aku tujukan kepada semua orang dan khususnya kepada orang-orang yang bekerja di bank ribawi. Aku mengajak
mereka untuk segera meninggalkan bank tersebut yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya. Ingatlah wahai saudara dan saudariku! Anda semua tidak akan menyesal, anda semua tidak akan mati kelaparan, janganlah iming-iming yang ditawarkan bank itu menjadikan anda tertipu (yakni berupa fasilitas kemudahan, kredit, tiketing, berbagai keistimewaan supaya anda tetap betah di dalamnya). Sesungguhnya itu semua -demi Allah- adalah penyesalan nanti di hari Kiamat. Berapa banyak dari manusia yang keluar dari bank lalu
bertaubat kepada Allah kemudian Allah memberikan ganti yang lebih baik kepadanya.
11. Wahai sadaraku, ingatlah bahwa bertaubat itu butuh kesabaran, maka bersabarlah, jangan merasa lemah, jangan berputus asa, jalan keluar pasti akan datang dengan izin Allah.
12. Segera pindahkan rekening anda ke rekening bank Islam jika anda tidak mempunyai hutang di bank ribawi. Namun jika tidak demikian (anda berhutang) maka setelah anda membayar hutang tersebut. Namun dalam masa anda masih memiliki rekening di bank ribawi itu
selama pelunasan, kami harap anda menarik semua uang yang tersisa di rekening (baik uang gaji atau lainnya). Jangan sekali-kali meninggalkan saldo untuk bank sehingga anda menjadi penolong bagi mereka dalam keharaman.
13. Ingatlah selalu sabda Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam-,
Artinya, "Setiap jasad yang tumbuh dari suht (harta haram) maka nerakalah yang lebih layak baginya." (Shahihul Jami' 2 no. 4519).
Atas dasar ini maka bagaimanakah kita rela memberi makan diri kita, istri dan anak-anak kita dengan harta haram??

HADIAH DARI RABBUL ALAMIN UNTUK ORANG YANG BERTAUBAT

Saudaraku fillah! Apakah anda benar-benar telah berpikir untuk bertaubat, apakah anda benarbenar telah bertekad untuknya, apakah anda telah memulai langkah awal, apakah anda benarbenar telah meyesal. Jika demikian maka berbahagialah, terimalah kabar gembira ini, karena Allah Azza wa Jalla telah menjanjikan kebaikan untuk anda.

Dengarkanlah hadiah Allah untuk anda :
1. Diterimanya Taubat dengan Izin Allah
Allah -subhanahu wa ta’ala- berfirman,
"Tidaklah mereka mengetahui, bahwasannya Allah rnenerima taubat hamba-hamba-Nya."
(QS. At-Taubah:104)
Dan Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- telah bersabda, "Dan Allah akan menerima taubat
orang-orang yang bertaubat.' (Muttafa¬qun alaih)
2. Ampunan atas Dosa-dosa
Allah -subhanahu wa ta’ala- telah berfirman,
"Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal
saleh, kemudian tetap di jaIan yang benar." (QS.Thaha: 82)
3. Keburukan-keburukan Diganti Dengan Kebaikan
Allah -subhanahu wa ta’ala- berfirman,
"Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan meagerjakan amal saleh; maka mereka
itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kcbajikan.Dan adalah Allah Maha Pengampun
lagi Maha Penyayang" (QS. Al-Furqaan: 70)
4. Allah Azza wa Jalla Mencintaimu
Allah -subhanahu wa ta’ala- berfirman,
"Sesungguhnya Allah menyukai oraarg-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang
mensucikan diri." (QS. AI-Baqarah: 222)
5. Allah Ta'ala Bergembira Dengan Taubat Hamba-Nya.
Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,
"Sungguh Allah lebih bergernbira dengan taubat hamba-Nya daripada seseorang di antara kalian yang menemukan kembali ontanya yang tersesat di padang tak berpenghuni. " (Muttafaq 'alaihi)
Sungguh semua ini adalah sesuatu yang haq, benar-benar merupakan hadiah besar, maka kembali¬nya anda kepada Allah merupakan kebahagiaan yang tidak terhingga.

KISAH NAN MENYENTUH DALAM TAUBAT

Seseorang di Negara ini (Uni Emirat Arab, pen) telah bercerita kepadaku secara pribadi, dia berkata, "Aku dahulu kerja di bank ribawi, dan aku sudah sering mendengar bahwa bunga bank itu haram, dan bekerja di bank semisal ini adalah tidak boleh. Maka karena itu aku
memutuskan untuk meninggalkan bank tersebut, dan aku pun akhirnya keluar bertawaKkal kepada Allah, padahal waktu itu aku tidak memiliki pekerjaan pengganti. Aku akhirnya menganggur di rumah, tidak berapa lama aku membaca di koran bahwa salah satu kementrian membutuhkan beberapa pegawai. Maka akupun melayangkan lamaran melalui Pos. Aku tidak pergi ke tempat mana pun, tidak menemui siapa pun sebagai perantara, juga tidak menghadap kepada siapa pun. Tidak beberapa lama ada berita lewat telpon, dan si penelepon berkata,
"Apakah anda Fulan bin Fulan? Maka aku menjawab "Ya". Lalu dia berkata, "Anda tercatat dalam data kami telah absen sebanyak dua hari". Aku heran dengan perkataan tersebut, dan setelah
melakukan pembicaraan agak lama antara aku dan dia maka aku ketahui bahwa dia adalah seorang sekretaris sebuah kantor kementrian di Emirat tempat aku tinggal. Maka aku menghadap kepadanya pada hari ke tiga untuk masuk kerja. Aku masih merasa keheranan, sekaligus bersyukur dan memuji kepada Allah. Maha benar Allah yang telah berfirman, "Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan. baginya jalan keluar. Dan rnemberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya." (QS Ath-Thalaaq : 2-3)

PENUTUP
Saudara dan saudariku di jalan Allah, bersabarLah anda sekalian dari kefakiran dunia, sedikit penghasilan, dan sedikit harta. Ini Iebih baik bagi anda daripada hari di mana anda tidak mampu lagi untuk bersabar menahan adzab Allah. Bertakwalah kepada Allah dan janganlah
memberi makan diri anda , dan anak- anak anda dengan harta riba. Karena telah terdapat hadits shahih dari Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, beliau bersabda, "Setiap daging yang turnbuh dari harta haram maka nerakalah yang layak baginya. "
Ketahuilah bahwasanya rizki ada di tangan Allah dan seseorang tidak akan mati kelaparan (karena tidak makan riba). Keselamatan dalam agama adalah lebih berharga daripada harta dunia. Ketahuilah bahwa itu semua hanyalah ujian dan cobaan, maka waspadalah jangan
sampai anda terjerumus di dalamnya.
Saudara dan saudariku fillah! Apa lagi komentar kita setelah membaca ayat-ayat Allah, haditshadits Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- dan perkataan para ulama, aku sangat ingin dan berharap agar anda segera mengumumkan taubat anda dengan sebenarnya, taubat bersama
Allah, karena Allah dan di jalan Allah selama-lamanya, dan ingatlah selalu firman Allah Ta'ala, artinya, "Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan meniberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)-Nya." (QS. Ath-Thalaaq : 2-3)

Ya Allah sungguh urusan-Mu telah sampai pada kita... ya Allah saksikanlah, semoga keselamatan, rahmat dan barkah dari Allah terlimpah kepada anda semuanya.
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada nabi kita Muhammad, kepada keluarga dan seluruh shahabatnya. Silakan anda baca risalah ini dan selanjutnya berikan kepada selain anda.

Penulis
Abu Abdirrahman Ali Khumais Ubaid

Sumber :
E Book Hidup Bahagia Tanpa Riba
Penulis :Abu Abdirrahman Ali Khumais Ubaid