Sekitar kurang lebih 3-4 bulan yang lalu..ketika subuh hari hendak mandi dengan menggunakan campuran air hangat...istri saya bagian kakinya (pada telapak dan punggung kakinya) tersiram air panas yang mendidih yang baru diangkat dari kompor.....

Melihat hal itu (istri saya dalam keadaan meringis kesakitan)..saya langsung mengambil air didalam baskom lalu merendam kaki istri saya kurang lebih 15 menit, kemudian diangkat...istri saya masih merasa kesakitan..kemudian saya rendam kembali dengan air yang baru dibaskom (kurang lebih 15 menit)..sampai 3-4x saya merendamnya....setelah itu saya olesi dengan zalp bioplancenton...
Alhamdulillah keesokan harinya...kaki istri saya tidak mengalami kelepuhan...hanya ada semacam kulit tipis yang yang terkelupas dan sedikit bewarna kehitaman..dan keesokan harinya Alhamdulillah kembali normal tanpa ada terlihat bekas terkena air panas..

Mudah-mudahan ini cara ini dapat menjadi acuan bagi pembaca sekalian ketika mengalami kejadian seperti ini..dan saya juga tambahkan artikel yang saya ambil dari situs-situs kesehatan..Mudah-mudahan bermanfaat..

PERTOLONGAN PERTAMA LUKA BAKAR
(diadaptasi dari Buklet "Pertolongan Pertama dalam Menghadapi Keadaan Gawat Darurat", Isti Sunaryo)

Delapan puluh persen kecelakaan yang menyebabkan luka bakar terjadi dirumah. Dan siapa yang lebih banyak menjadi korban? Ternyata anak-anak. Entah karena terkena air panas, tumpahan kuah sayur, kopi, lidah api dan lain sebagainya.

Luka bakar yang terjadi bisa tergolong ringan sampai parah. Yang ringan,
Yang tergolong luka bakar derajat I. Kerusakan kulit terbatas hanya pada bagian luar, yaitu kulit ari. Kulit menjadi kemerah-merahan, kering dan tidak sampai menggelembung. Dan biasanya bisa sembuh dalam waktu 5 - 10 hari.

Yang tergolong luka bakar derajat II, atau sedang, luka bakarnya sampai ke bawah bagian kulit ari, yaitu kulit jangat. Selain kulit kemerahan, terasa nyeri yang sangat, dan timbul gelembung cairan kuning. Luka bakar ini baru sembuh setelah 10 hari sampai 1 bulan atau lebih, tergantung luas dan dalamnya bagian yang terkena.

Dan yang tergolong parah, derajat III. Luka bakarnya merasuk dalam sampai ke arah otot dan tulang. Luka pun berwarna pucat sampai hitam. Pada kadaan ini, bagian yang terkena nantinya akan mati rasa karena luka bakar telah merusak ujung syarafnya. Biasanya luka tidak bisa sembuh sendiri, tetapi perlu ditutup dengan kulit yang diambil dari bagian tubuh yang masih sehat.

Bagaimana cara menolong penderita?

1. Untuk luka bakar kecil kita tak perlu terlalu kuatir. Yang selalu perlu
dilakukan ialah menjaga luka tersebut agar tidak berkembang menjadi infeksi. Pertolongan yang baik ialah segera merendam bagian yang terkena dengan air dingin.

2. Jauhkan penderita dari sumber panas. Andaikan ia terjilat api, ingatkan dia untuk berguling-guling, bukannya berlari karena tindakan ini justru akan membesarkan nyala apinya. Siram penderita dengan air atau selimuti dengan kain basah.

3. Luka bakar akibat terkena zat kimia, harus segera dicuci dengan air
sebanyak-banyaknya. Lebih baik lagi mencucinya di bawah kran air.

Yang tidak boleh dilakukan:

1. Jangan sekali-kali mengobati luka bakar dengan mempergunakan mentega, minyak, garam, kecap, air kapur dan lain sebagainya. Bahan-bahan tersebut bisa mengakibatkan infeksi. Yang paling tepat, luka bakar ringan dan sedang ditolong dengan caramenyiram atau merendamnya dalam air dingin.
2. Jangan memecahkan gelembung kulit yang timbul akibat luka bakar. Ini pun untuk mencegah terjadinya infeksi.
3. Jangan membalut luka dengan kapas absorbent karena akan melekat pada luka. Untuk luka bakar ringan dan sedang, tutup luka dengan balutan kering.

Pertolongan bagi penderita luka bakar berat:
1. Segera bungkus penderita dengan kain bersih dan bawa ke rumah sakit.
2. Buka baju penderita dengan hati-hati, yaitu dengan cara menggunting baju yang melekat pada luka bakar. Jangan menariknya.
3. Bila penderita sadar, berikan larutan Moyen, yaitu campuran 1 liter air + 5 gram garam dapur (NaCl) + 4 gram soda kue (NaHCO3). Berikan
sedikit-sedikit agar pasien tidak muntah.
4. Jika penderita kehilangan kesadaran, periksa penafasan dan denyut
nadinya. Apabila ada gangguan, lakukan resusitasi jantung paru dan
pernafasan buatan.

Pertolongan untuk penderita akibat kecelakaan listrik:
Bila seseorang terkena aliran listrik, yang pertama-tama harus dilakukan adalah memutuskan aliran listrik itu selekas mungkin. Putuskan alirannya dengan menarik steker dari kontaknya atau melepaskan sekering. Lalu lepaskan penderita dari barang yang mengandung aliran listrik dengan menggunakan banda yanng tidak menghantarkan aliran listrik. Mislanya; sepotong dahan kering atau papan. Penolong pun harus terisolasi, mmilanya dengan berdiri di
atas papan kering, tumpukan koran atau pakaian kering.

Setelah kontak dengan aliran listrik terputus, segera periksa pernafasan dan denyut jantung korban. Sementara memanggil dokter, segera lakukan resusitasi jantung paru jika denyut jantung tak terasa, dan secepatnya dibawa ke Rumah Sakit