Archive for Juli, 2011

Hikmah Puasa dan Faidah-Faidahnya

Oleh karena maksud dari puasa adalah menahan jiwa dan syahwat, memisahkannya dari hal-hal yang telah menjadi kebiasan jiwa, dan mengimbangi kekuatan syahwatnya,untuk bersiap menyambut apa-apa yang terdapat padanya puncak kebahagiaan dan kenikmatannya, menerima hal-hal yang mensucikannya berupa perkara yang terdapat petunjuk kehidupan abadi baginya, mengalahkan rasa lapar dan haus
dari tuntutannya, mengingatan akan keadaan fisik-fisik yang kelaparan dari orang-orang miskin, menyempitkan jalur lintas syetan pada hamba dengan menyempitkan jalur makanan dan minuman, mengekang kekuatan angota badan dari kebiasannya menanbah hal-hal yang membahayakan dunia
akhirnya, menenangkan setiap anggota badan dan setiap kekuatan yang liar, dan mengekang dengan kekangannya.

Maka dia adalah pengekang bagi kaum muttaqin, perisai bagi yang berperang, teman orang-orang baik dan didekatkan,dan ia khusus untuk Rabb semesta alam di antara amal-amal lainnya.

Sesungguhnya orang berpuasa tidak melakukan apa-apa. Hanya saja ia meninggalkan syahwat makan dan minumnya karena sembahannya. Maka, puasa adalah meninggalkan kecintaan jiwa dan kelezatannya demi mengedepankan kecintaan Allah dan keridhaan-Nya. Ia adalah amal rahasia Petunjuk Nabi shalallahu alihi wassalam Tentang Puasa antara hamba dan Rabbnya. Tak ada seorang pun yang mengetahuinya selain Dia. Baca lebih lanjut…

Iklan

Menyebarkan Kabar Gembira akan datangnya Bulan Ramadhan

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orangorang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)

Sesungguhnya segala puji bagi Allah, semoga shalawat dan salam tercurah kepada Nabi kita Muhammad shalallhu alaihi wassalam, keluarganya, para sahabatnya dan orang-orang yang mengikuti mereka
dalam kebaikan hingga hari kiamat. Amma ba’du.

Sebuah nikmat yang tidak berbilang dan wajib disyukuri,ketika seorang Muslim masih diberi kesempatan untuk menikmati masa-masa ibadah di hari-hari berbilang di bulan yang Allah muliakan, dengan keutamaan yang lebih baik dari seribu bulan.

Sebagai wujud rasa syukur adalah berusaha menunaikan hak-hak bulan Ramadhan, mengisinya dengan amal ibadah dan ketaatan, mendulang faidah, nikmat dan pahala yang terkandung di dalamnya, dengan meneladani sunnahsunnah Rasulullah s, melalui nasihat-nasihat dan hikmah yang disampaikan oleh para pewaris beliau, para ulama yang teguh di atas sunnah.

oleh Syaikh Abdullah Al Fauzan hafidzahulloh

Abu Hurairah radhiallahuanhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wassalam berkata:
“Ramadhan telah datang kepadamu – bulan yang diberkahi. Allah telah mewajibkan atas kalian berpuasa. Padanya dibuka pintu-pintu surge dan ditutup pintu-pintu neraka dan syaithan-syaithan
dibelenggu. Milik Allah lah satu malam di dalamnya yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa yang dihalangi dari kebaikan, maka dia telah ditinggalkan.” (HR Ahmad dan An-Nasa’i).

Hadits tersebut adalah kabar gembira bagi hamba hamba Allah yang shalih, akan datangnya bulan
Ramadhan yang diberkahi. Nabi shalallahu alaihi wassalam mengabarkan kepada para sahabatnya akan kedatang bulan Ramadhan dan hal itu bukanlah sekedar pengabaranyang sederhana. Bahkan, beliau hendak memberikan mereka kabar gembira akan sebuah waktu yang diagungkan dalam setahun, sehingga
orang-orang shalih yang bersegera mengerjakan amal kebajikan dapat memberikan haknya. Hal ini
karena Nabi shalallahu alaihi wassalam menjelaskan di dalam hadits tersebut bahwa Allah telah mempersiapkan bagi hambahamba-Nya jalan menuju ampunan dan keridhaan-Nya – dan untuk itu terdapat banyak cara. Maka barangsiapa yang melewatkan pengampunan tersebut selama bulan Ramadhan, maka dia telah tertinggal dengan ketertinggalan yang sangat. Baca lebih lanjut…