“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orangorang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)

Sesungguhnya segala puji bagi Allah, semoga shalawat dan salam tercurah kepada Nabi kita Muhammad shalallhu alaihi wassalam, keluarganya, para sahabatnya dan orang-orang yang mengikuti mereka
dalam kebaikan hingga hari kiamat. Amma ba’du.

Sebuah nikmat yang tidak berbilang dan wajib disyukuri,ketika seorang Muslim masih diberi kesempatan untuk menikmati masa-masa ibadah di hari-hari berbilang di bulan yang Allah muliakan, dengan keutamaan yang lebih baik dari seribu bulan.

Sebagai wujud rasa syukur adalah berusaha menunaikan hak-hak bulan Ramadhan, mengisinya dengan amal ibadah dan ketaatan, mendulang faidah, nikmat dan pahala yang terkandung di dalamnya, dengan meneladani sunnahsunnah Rasulullah s, melalui nasihat-nasihat dan hikmah yang disampaikan oleh para pewaris beliau, para ulama yang teguh di atas sunnah.

oleh Syaikh Abdullah Al Fauzan hafidzahulloh

Abu Hurairah radhiallahuanhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wassalam berkata:
“Ramadhan telah datang kepadamu – bulan yang diberkahi. Allah telah mewajibkan atas kalian berpuasa. Padanya dibuka pintu-pintu surge dan ditutup pintu-pintu neraka dan syaithan-syaithan
dibelenggu. Milik Allah lah satu malam di dalamnya yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa yang dihalangi dari kebaikan, maka dia telah ditinggalkan.” (HR Ahmad dan An-Nasa’i).

Hadits tersebut adalah kabar gembira bagi hamba hamba Allah yang shalih, akan datangnya bulan
Ramadhan yang diberkahi. Nabi shalallahu alaihi wassalam mengabarkan kepada para sahabatnya akan kedatang bulan Ramadhan dan hal itu bukanlah sekedar pengabaranyang sederhana. Bahkan, beliau hendak memberikan mereka kabar gembira akan sebuah waktu yang diagungkan dalam setahun, sehingga
orang-orang shalih yang bersegera mengerjakan amal kebajikan dapat memberikan haknya. Hal ini
karena Nabi shalallahu alaihi wassalam menjelaskan di dalam hadits tersebut bahwa Allah telah mempersiapkan bagi hambahamba-Nya jalan menuju ampunan dan keridhaan-Nya – dan untuk itu terdapat banyak cara. Maka barangsiapa yang melewatkan pengampunan tersebut selama bulan Ramadhan, maka dia telah tertinggal dengan ketertinggalan yang sangat.

Di antara keutamaan dan pahala yang besar yang Allah anugerahkan kepada hamba-hamba-Nya
adalah Dia telah menyiapkan bagi mereka kesempatan yang baik yang akan mendatangkan manfaat
bagi orang-orang yang taat kepada-Nya dan bagi orang-orang yang berlomba-lomba (untuk kebaikan).
Kesempatan-kesemptan yang baik ini adalah waktu untuk memenuhi harapan dengan memperbanyak
ibadah dan mengangkat kesalahankesalahan dan kekurangan dengan memperbaiki diri dan bertaubat.

Tidak ada satu kesempatan pun dari waktu-waktu yang mulia ini, melainkan Allah telah mewajibkan
di dalamnya amal ketaatan, yang dengannya seseorang menjadi lebih dekat kepada-Nya. Dan Allah
memiliki perkara-perkara yang paling indah sebagai hadiah, yang dainugerahkan kepada siapapun yang
dikehendaki-Nya dengan Kemuliaan dan Rahmat-Nya.

Maka orang yang meraih kebahagiaan yang sesungguhnya adalah orang yang mengambil manfaat dari
bulan, hari-hari dan jam-jam yang mulia ini dan lebih dekat kepada perlindungan-Nya bagi mereka,
dengan mengerjakan apa yang diperintahkan bagi mereka dari amal-amal ketaatan.

Oleh karena itu, mungkin ia akan dianugerahi dengan satu diantara banyak berkah pada kesempatan kesempatan itu dan mendapat pertolongan dengannya, dengan pertolongan yang dapat menyelamatkannya
dari neraka dan apa yang ada di dalamnya, seperti panasnya yang membara. (Ini adalah perkataan Ibn Rajab dalam Lata’iful Ma’arif).

Mendapati Ramadhan itu sendiri adalah berkah yang agung, diberikan kepda orang yang mencapainya
dan meningkat pada kesempatankesempatannya,dengan berdiri dalam shalat pada malam harinya dan berpuasa pada siang harinya. Didalamnya, ia kembali kepada Pelindungnya – dari bermaksiat kepada-Nya kepada ketaatan kepada-Nya, dari melalaikan-Nya kepepada mengingat-Nya, dari menjauh daripada-Nya kepada mendekat kepada-Nya dengan taubat yang sungguh-sungguh.

Sebagian dari para salaf berkata:
“Sungguh Allah Ta’ala telah menjadikan bulan Ramadhan sebagai pengganti bagi mahluk-Nya, dimana
mereka dapat berlomba satu sama lain untuk keridhaan-Nya, dengan mentaati-Nya. Oleh karenanya, sebuah kelompok yang datang pertama kali dan karenanya mereka beruntung dan kelompok
lain datang di akhir dan karenanya mereka gagal.” (Lata’iful Ma’arif oleh Ibnu Rajab).

Demikian juga, seseorang tidak mengetahui mungkin ini adalah Ramadhan terakhir yang akan di-temuinya semasa hidupnya jika dia menyempurnakannya.

Berapa banyak laki-laki, wanita dan anak-anak berpuasa bersama kita tahun lalu, namun sekarang mereka terkubur di dalam tanah, bergantung pada amal baik mereka. Dan mereka berharap untuk lebih banyak berpuasa Ramadhan.

Demikian juga, kita semua akan mengikuti jalan mereka. Oleh karena itu, wajib bagi setiap muslim untuk bergembira atas kesempatan yang berharga untuk ketaatan ini, Dan dia tidak boleh meninggalkannya, Sebaliknya menyibukkan dirinya dengan apa yang akan bermanfaat bagiya dan apa yang menyebabkan hasilnya akan tetap tertinggal. Untuk apa lagi, selain sejumlah hari-hari, dimana kita berpuasa di dalamnya dan yang akan segera berakhir dengan cepat.

Semoga Allah menjadikan kami, demikian juga anda, diantara orang-orang yang paling banyak mendapatkan amal kebaikan.

Sumber: Ahadits as-Siyam wal Adab hal. 3-15. CallToIslam.Com

Wahai orang yang di bulan Rajab tidak menghentikan dosanya Hingga mengdurhakai Rabb-nya di bulan Sya’ban
Sesungguhnya bulan puasa menaungimu setelah keduanya
Janganlah engkau jadikan juga sebagai bulan kemaksiatan
Bacalah Al-Qur’an dan bertasbilah dengan sungguh-sungguh
Karena sesungguhnya dia adalah bulan tasbih dan Al-Qur’an
Berapa banyak engkau mengenal para pendahulumu berpuasa
Maut menyirnakan mereka, membiarkanmu hidup sepeninggal mereka
Yang jauh akan menjadi dekat, alangkah cepatnya

Sumber: Majelis Syahri Ramadhan (id) oleh Syaikh Muhammab bin Shalih Al-Utsaimin (hal. 14)

Sumber E Book Untaian Mutiara Hikmah
dipublikasihkan oleh Abu Sumayyah http://www.moslemsubang.wordpress.com