Posts from the ‘tazkiyatun nafs’ Category

Keutamaan Bulan Ramadhan

Oleh: Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimain

Imam Ahmad telah meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahuanhu bahwasanya Nabi shalallahu alihi wassalam bersabda:
“Ummatku telah diberi lima hal yang belum pernah diberikan kepada ummat-ummat sebelumnya ketika bulan Ramadhan: 1) Bau mulut orang yang berpuasa itu lebih harum daripada minyak kesturi di sisi Allah, 2) Para Malaikat beristighfar untuk mereka hingga berbuka, 3) Allah memperindah Surga-Nya
seiap hari, seraya berfirman kepadanya: “Hampir-hampir para hamba-Ku yang shalih akan mencapakkan berbagai kesukaran dan penderitaan lalu kembali kepadamu,” 4) Syaithan-syaithan durjana dibelenggu, tidak dibiarkan lepas ssepeerti pada bulan-bulan selain Ramadhan, 5) Mereka akan mendapat ampunan di akhir malam.” Ada yang bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah itu terjadi pada malam Lailautl Qadar?” Beliau menjawab, “Bukan, namun pelaku kebaikan akan disempurnakan
pahalanya seusai menyelesaikan amalanya.”1

Saudara-saudaraku, ini adalah lima perkara yang Allah persiapkan untuk kalian. Dengan lima perkara tersebut, kalian mendapat kekuhsusan dari Allah di atara ummat-ummat lainnya. Semua itu diberikan Allah untuk menyempurnakan berbagai nikmat-Nya kepada kalian. Sunnguh betapa banyak nikmat dan keutamaan yang telah Allah berikan kepada kalian, sebagaimana firman-Nya:

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah..” (QS Al-Imran [3] : 110)

Perkara Pertama
Bau mulut orang yang berpuasa itu lebih harum daripada harumnya minyak kesturi di sisi Allah.
2 Kata ( ), huruf kha’-nya dibaca dengan fathah atau dhammah, artinya adalah perubahan bau mulut ketika lambung kosong dari makanan. Bau ini dibenci manusia, namun lebih wangi daripada minyak kesturi di sisi Allah sebab ia terlahir dari ketaatan kepada-Nya. Apa saja yang timbul dari ibadah dan ketaatan kepada Allah tentu akan dicintai oleh-Nya, serta pelakukan akan diberikan
sesuatu yang lebih baik sebagai pengganti. Tidakkah engkau mengetahui bahwa orang yang mati
syahid di jalan Allah dalam rangka meninggikan kalimat-Nya itu akan datang pada hari Kiamat dengan
darah yang mengalir, warnanya merah darah, namun baunya wangi minyak kesturi? Baca lebih lanjut…

Hikmah Puasa dan Faidah-Faidahnya

Oleh karena maksud dari puasa adalah menahan jiwa dan syahwat, memisahkannya dari hal-hal yang telah menjadi kebiasan jiwa, dan mengimbangi kekuatan syahwatnya,untuk bersiap menyambut apa-apa yang terdapat padanya puncak kebahagiaan dan kenikmatannya, menerima hal-hal yang mensucikannya berupa perkara yang terdapat petunjuk kehidupan abadi baginya, mengalahkan rasa lapar dan haus
dari tuntutannya, mengingatan akan keadaan fisik-fisik yang kelaparan dari orang-orang miskin, menyempitkan jalur lintas syetan pada hamba dengan menyempitkan jalur makanan dan minuman, mengekang kekuatan angota badan dari kebiasannya menanbah hal-hal yang membahayakan dunia
akhirnya, menenangkan setiap anggota badan dan setiap kekuatan yang liar, dan mengekang dengan kekangannya.

Maka dia adalah pengekang bagi kaum muttaqin, perisai bagi yang berperang, teman orang-orang baik dan didekatkan,dan ia khusus untuk Rabb semesta alam di antara amal-amal lainnya.

Sesungguhnya orang berpuasa tidak melakukan apa-apa. Hanya saja ia meninggalkan syahwat makan dan minumnya karena sembahannya. Maka, puasa adalah meninggalkan kecintaan jiwa dan kelezatannya demi mengedepankan kecintaan Allah dan keridhaan-Nya. Ia adalah amal rahasia Petunjuk Nabi shalallahu alihi wassalam Tentang Puasa antara hamba dan Rabbnya. Tak ada seorang pun yang mengetahuinya selain Dia. Baca lebih lanjut…

Menyebarkan Kabar Gembira akan datangnya Bulan Ramadhan

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orangorang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)

Sesungguhnya segala puji bagi Allah, semoga shalawat dan salam tercurah kepada Nabi kita Muhammad shalallhu alaihi wassalam, keluarganya, para sahabatnya dan orang-orang yang mengikuti mereka
dalam kebaikan hingga hari kiamat. Amma ba’du.

Sebuah nikmat yang tidak berbilang dan wajib disyukuri,ketika seorang Muslim masih diberi kesempatan untuk menikmati masa-masa ibadah di hari-hari berbilang di bulan yang Allah muliakan, dengan keutamaan yang lebih baik dari seribu bulan.

Sebagai wujud rasa syukur adalah berusaha menunaikan hak-hak bulan Ramadhan, mengisinya dengan amal ibadah dan ketaatan, mendulang faidah, nikmat dan pahala yang terkandung di dalamnya, dengan meneladani sunnahsunnah Rasulullah s, melalui nasihat-nasihat dan hikmah yang disampaikan oleh para pewaris beliau, para ulama yang teguh di atas sunnah.

oleh Syaikh Abdullah Al Fauzan hafidzahulloh

Abu Hurairah radhiallahuanhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wassalam berkata:
“Ramadhan telah datang kepadamu – bulan yang diberkahi. Allah telah mewajibkan atas kalian berpuasa. Padanya dibuka pintu-pintu surge dan ditutup pintu-pintu neraka dan syaithan-syaithan
dibelenggu. Milik Allah lah satu malam di dalamnya yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa yang dihalangi dari kebaikan, maka dia telah ditinggalkan.” (HR Ahmad dan An-Nasa’i).

Hadits tersebut adalah kabar gembira bagi hamba hamba Allah yang shalih, akan datangnya bulan
Ramadhan yang diberkahi. Nabi shalallahu alaihi wassalam mengabarkan kepada para sahabatnya akan kedatang bulan Ramadhan dan hal itu bukanlah sekedar pengabaranyang sederhana. Bahkan, beliau hendak memberikan mereka kabar gembira akan sebuah waktu yang diagungkan dalam setahun, sehingga
orang-orang shalih yang bersegera mengerjakan amal kebajikan dapat memberikan haknya. Hal ini
karena Nabi shalallahu alaihi wassalam menjelaskan di dalam hadits tersebut bahwa Allah telah mempersiapkan bagi hambahamba-Nya jalan menuju ampunan dan keridhaan-Nya – dan untuk itu terdapat banyak cara. Maka barangsiapa yang melewatkan pengampunan tersebut selama bulan Ramadhan, maka dia telah tertinggal dengan ketertinggalan yang sangat. Baca lebih lanjut…

Remaja Di ujung Tanduk

Mengenaskan, yah itulah gambaran umum kondisi remaja kita,….pergaulan bebas, obat-obatan terlarang, kemerosotan moral telah menjadi bahasa sehari-hari mereka

Itu baru beberap hal yang berkaitan dengan akhlaq dan adab belum lagi hal2 yang menyangkut masalah aqidah , masalah yang paling dasar bagi kehiduipan seorang manusia, malas belajar agama, maunya yg serba menghibur , malas beribadah dan beramal baik adalah kebiasaan umum mereka

REMAJA DAN AQIDAH
Menyukai ramalan bintang, paranormal, cerita atau film2 tak bermoral adalah gambaran umum remaja kita saat ini, mereka lebih menyukainya daripada menyukai aqidah ,

Keyakinan BAHWA Alloh mampu berbuat apa saja yg di kehendakiNya seperti telah hilang pada diri mereka , Demikian pula atas jawaban atas pertanyaan apa tujuan manusia di ciptakan, apa sih tauhid itu, apa sih syirik itu, pertanyaan2 dasar yang setiap muslim harus mampu menjawabnya dengan benar sepertinya bukan lagi permasalahan bagi mereka.

Mereka suka yang “enteng2 aja”, sehingga wajar apabila kemudian mereka lebih suka dan mudah untuk menyerahkan masalah2 mereka pada paranormal atau ramalan bintang, perbuatan-perbuatan yang termasuk “pelanggaran” terberat di dalam agama islam Baca lebih lanjut…

Cukuplah Kematian Sebagai Nasihat

Oleh Ustadz Adni Kurniawan, Lc.

Tema pembicaraan kali ini adalah mengenai sebuah ayat al-Qur’ān yang sekiranya diturunkan kepada gunung niscaya luluh lantak; yang apabila direnungkan oleh pembacanya maka hatinya bergetar ketakutan dan air matanya mengalir; yang jika dihayati oleh orang yang bergelimang maksiat maka ia bertaubat; serta bila dipahami oleh siapa saja yang berpaling dari seruan Allāh maka ia pun bersegera kepadanya-Nya. Ayat yang menyebutkan tentang pintu gerbang dari sebuah perjalanan panjang nan berat….

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَما الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلاَّ مَتَاعُ الْغُرُورِ

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari Neraka dan dimasukkan ke dalam Surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdaya.” (QS. Āli `Īmrān [3]: 185.) Baca lebih lanjut…

KUNCI HARTA KARUN ORANG MUKMIN

Kebahagiaan layaknya harta karun.
Betapa banyak manusia yang menginginkannya. Namun sebanyak itu pula manusia gagal mendapatkannya. Terpendam begitu dalam. Tertimbun kerakusan dan ketamakan dunia.
Sebagian manusia mencarinya dengan menumpuk uang di bank, ada juga yang mencarinya dengan mengoleksi barang-barang mewah di rumah-rumah mereka. Tapi benarkah hal itu merupakan salah satu kunci untuk membuka harta karun tersebut?

PETA YANG SALAH

Sebagian besar insan menganggap materi adalah segalanya.
Mereka mengira bahwa hanya dengan hartalah seseorang dapat menjadi kaya. Mereka menyangka bahwa hanya dengan hartalah mereka dapat memiliki apa yang manusia inginkan, yaitu kebahagiaan. Seakan-akan harta adalah standarisasi kekayaan. Seolah-olah materi adalah harga mati kebahagiaan seseorang. Namun realita berbicara lain. Tidak sedikit manusia dengan segudang harta namun selalu merasa kurang untuk memenuhi kebutuhan mereka. Tidak sedikit pula manusia hidup mewah bergelimang harta tapi hati mereka jauh dari kebahagiaan. Entah itu karena sakit, sibuk, dan lain sebagainya, sehingga tidak mampu menikmati harta kekayaannya.
Inilah kenyataan yang menepis semua persepsi keliru yang mendarah daging di benak kebanyakan kita.
Baca lebih lanjut…

Rasa Takut dan Keikhlasan

Seorang penuntut ilmu, tentu tidak menginginkan ilmunya hilang begitu saja tanpa bekas. Terlebih lagi, jika yang hilang itu adalah keberkahan ilmunya. Alias ilmu yang dipelajarinya tidak menambah dekat dengan Allah ta'ala, namun justru sebaliknya, wal 'iyadzu billah...
Baca lebih lanjut…